Workshop Kehumasan Universitas Andalas Dorong Transformasi Komunikasi Institusi Berbasis SDGs

Padang, 07 February 2026

Padang – Universitas Andalas menyelenggarakan Workshop Kehumasan pada 7–8 Februari 2026 di Convention Hall Kampus Universitas Andalas, Limau Manis. Kegiatan ini digagas oleh Kantor Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik Universitas Andalas sebagai upaya memperkuat kapasitas komunikasi institusi yang berorientasi pada reputasi, transparansi, dan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Workshop bertema “Transformasi Kehumasan UNAND: dari Informasi ke Reputasi” ini diikuti oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan sekolah, kepala unit, serta pengelola humas dan media sosial di tingkat universitas, fakultas, sekolah pascasarjana, direktorat, dan unit kerja. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk menyelaraskan strategi komunikasi institusi agar mampu menyampaikan capaian pendidikan, riset, pengabdian, dan kerja sama Universitas Andalas secara akuntabel dan berdampak, sejalan dengan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 16 mengenai institusi yang efektif, akuntabel, dan transparan.

Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, SE, dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik dan reputasi institusi. Menurutnya, komunikasi yang kredibel dan berbasis data merupakan fondasi penting untuk memastikan kontribusi universitas terhadap pembangunan berkelanjutan dapat dipahami dan diakui oleh masyarakat luas.

Materi utama workshop disampaikan oleh Dr. Emilia Bassar, M.Si., IAPR, pendiri Center for Public Relations, Outreach and Communication (CPROCOM) sekaligus Direktur Komunikasi PT Indonesia Morowali Industrial Park. Dalam paparannya tentang strategi komunikasi dan kehumasan universitas di era digital, ia menekankan pentingnya pengelolaan narasi institusi, media relations, serta pemanfaatan platform digital untuk memperkuat reputasi dan kepercayaan publik. Pendekatan ini dinilai relevan untuk mendukung SDG 17 tentang kemitraan, karena komunikasi yang kuat menjadi kunci dalam membangun kolaborasi lintas sektor.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa workshop ini mendukung strategi internasionalisasi dan penguatan posisi Universitas Andalas di tingkat nasional dan global. Ia menilai kehumasan berperan penting dalam mengomunikasikan kiprah universitas pada isu-isu global, termasuk SDGs, sehingga capaian institusi dapat terhubung dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia.

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa sinergi antara kehumasan dan unit kerja strategis sangat diperlukan agar capaian riset, inovasi, dan kerja sama universitas dapat dikomunikasikan secara efektif. Menurutnya, narasi yang kuat akan memperbesar dampak hilirisasi riset dan memperluas pemahaman publik terhadap kontribusi Universitas Andalas dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui Workshop Kehumasan ini, Universitas Andalas berharap terbangun sistem komunikasi institusi yang lebih terintegrasi, profesional, dan berorientasi dampak. Ke depan, pengelolaan kehumasan diharapkan mampu memperkuat reputasi universitas, meningkatkan kepercayaan publik, memperluas jejaring kemitraan, serta mengomunikasikan kontribusi nyata Universitas Andalas terhadap pencapaian SDGs secara berkelanjutan.