Universitas Andalas Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Dana Sosial untuk Staf dan Pegawai yang Sakit

Padang, 04 November 2025

Padang, 4 November 2025 – Universitas Andalas (Unand) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kerja yang berempati dan berkeadilan sosial melalui pengelolaan dana sosial bagi staf dan pegawai yang sedang sakit atau dirawat. Program ini menjadi salah satu wujud nyata kepedulian institusi terhadap kesejahteraan sumber daya manusia yang menjadi pilar utama keberlanjutan universitas.

Sumber dana sosial ini berasal dari sumbangan sukarela para dosen dan tenaga kependidikan yang dikumpulkan serta dikelola secara mandiri oleh masing-masing unit. Dana tersebut digunakan untuk membantu pegawai yang mengalami musibah, sakit, atau membutuhkan dukungan darurat lainnya. Pengelolaan dana dilakukan secara terbuka dan dilaporkan secara transparan kepada seluruh anggota unit, sehingga prinsip kejujuran, akuntabilitas, dan kebersamaan tetap terjaga.

 Kebijakan dana sosial ini memiliki fungsi strategis dalam menjaga kesejahteraan serta semangat kerja pegawai. Program ini tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari sistem sosial kampus yang menumbuhkan budaya saling peduli. Dampaknya sangat terasa, terutama bagi pegawai yang sedang menjalani perawatan medis atau mengalami musibah keluarga. Secara lebih luas, langkah ini sejalan dengan komitmen Universitas Andalas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga (Good Health and Well-being) dan kedelapan (Decent Work and Economic Growth).

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa kebijakan dana sosial ini merupakan refleksi nilai-nilai kemanusiaan yang dipegang teguh oleh Unand. “Universitas bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga rumah besar bagi semua pegawai. Melalui program ini, kita ingin memastikan setiap anggota keluarga besar Unand merasa didukung dan diperhatikan, terutama ketika menghadapi masa sulit,” ujarnya.

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa inisiatif seperti dana sosial ini dapat menjadi model penguatan kelembagaan berbasis nilai kemanusiaan. “Program ini menunjukkan bahwa solidaritas dapat diinstitusionalkan dengan baik. Selain membantu secara langsung, model pengelolaan seperti ini juga bisa menjadi inspirasi bagi universitas lain untuk menumbuhkan sistem dukungan sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ke depan, Universitas Andalas berencana memperluas cakupan dana sosial agar tidak hanya mencakup bantuan bagi pegawai yang sakit, tetapi juga dukungan bagi keluarga pegawai, pemberian beasiswa bagi anak pegawai berprestasi, serta bantuan duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Unand dalam membangun ekosistem kerja yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh warga universitas.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Universitas Andalas terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan kerja dan masyarakat luas.