Universitas Andalas Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Kagawa University dan Jica Shikoku Centre Jepang
Padang, 06 January 2026
Universitas Andalas melaksanakan diskusi kerja sama internasional dengan Kagawa University dan JICA Shikoku Centre Jepang pada Senin, 6 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Andalas dalam memperkuat kolaborasi riset, pendidikan, dan program pertukaran (exchange) berbasis isu strategis dan solusi nyata.
Diskusi ini sekaligus menegaskan kontribusi perguruan tinggi terhadap agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan klaster riset kesehatan, energi dan teknologi hijau, manajemen risiko dan kebencanaan, transformasi digital, kewirausahaan, serta pengembangan ekosistem inovasi.
Diskusi mengangkat model pengembangan universitas regional di Jepang yang tidak bertumpu pada skala besar atau reputasi historis semata, melainkan pada konsistensi fokus, kekuatan konteks wilayah, serta integrasi riset, pendidikan, dan kerja sama internasional secara strategis. Pendekatan ini dinilai relevan dengan karakter Universitas Andalas sebagai universitas berbasis wilayah yang memiliki mandat pembangunan regional sekaligus aspirasi internasional.
Dalam pembahasan, riset diposisikan sebagai platform solusi terhadap persoalan nyata masyarakat dengan kerangka SDGs. Riset diarahkan secara problem-oriented, interdisipliner, dan berdampak berlapis pada level lokal, regional, hingga global, sehingga satu tema riset inti dapat memberikan kontribusi terhadap berbagai tujuan pembangunan secara terintegrasi.
Pada aspek pendidikan, diperkenalkan model pendidikan inovatif berbasis kompetensi lintas disiplin dengan menempatkan design thinking, manajemen risiko, dan literasi informatika sebagai kompetensi inti bagi seluruh mahasiswa. Pendekatan ini menandai pergeseran dari pendidikan berbasis disiplin menuju pendidikan berbasis kapabilitas untuk menyiapkan lulusan yang adaptif, resilien, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Universitas Andalas sendiri memiliki rekam jejak kerja sama yang kuat dan berkelanjutan dengan Jepang. Hingga saat ini, Universitas Andalas telah memiliki 147 kerja sama aktif dengan berbagai universitas dan mitra di Jepang melalui skema Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), hingga Implementation Arrangement (IA). Kerja sama tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif internasional, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum, pengabdian kepada masyarakat, hingga program magang dan Kampus Merdeka.
Beberapa mitra strategis Universitas Andalas di Jepang antara lain Kagawa University, Toyohashi University of Technology, Kyoto University, Kobe University, Tohoku University, Osaka University, Tokyo Metropolitan University, Kagoshima University, serta sejumlah graduate school dan institusi pendukung lainnya. Kolaborasi ini tersebar di berbagai disiplin ilmu, seperti pertanian, teknologi pertanian, peternakan, teknik, fisika, kimia, biologi, ekonomi, hingga ilmu sosial dan humaniora, serta menghasilkan luaran akademik dan riset yang berdampak nyata.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.PPM., Akt., menyampaikan bahwa diskusi ini semakin memperkuat keyakinan Universitas Andalas bahwa universitas berbasis wilayah memiliki peluang besar untuk tampil di tingkat global apabila mampu fokus pada isu nyata dan kekuatan lokal. Ia menegaskan bahwa isu kebencanaan, kesehatan, pangan, dan pembangunan nagari merupakan keunggulan Universitas Andalas yang dapat dikembangkan menjadi agenda riset dan pendidikan berkelas internasional.
Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., menambahkan bahwa model kerja sama yang disampaikan oleh Kagawa University sangat sejalan dengan arah pengembangan Universitas Andalas. Menurutnya, kerja sama internasional harus dibangun berbasis tema, solusi, dan dampak nyata, bukan sekadar administratif, agar mampu memberikan kontribusi terukur terhadap pencapaian SDGs.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., menekankan bahwa diskusi ini membuka peluang konkret untuk merumuskan pilot kerja sama internasional yang fokus dan realistis. Ia menyoroti pentingnya penetapan research area prioritas, fakultas atau unit sebagai leading sector, serta pemilihan skema exchange dan riset bersama yang paling siap untuk diimplementasikan.
Melalui diskusi ini, Universitas Andalas, Kagawa University, dan JICA Shikoku Centre Jepang sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tahap yang lebih operasional, termasuk perumusan area kerja sama prioritas, skema exchange awal, serta desain program riset dan pendidikan bersama. Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat posisi Universitas Andalas sebagai pusat solusi regional dengan relevansi global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.