Universitas Andalas Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Jose Rizal Memorial State University Filipina

Padang, 03 February 2026

Universitas Andalas melakukan penjajakan kerja sama internasional dengan Jose Rizal Memorial State University (JRMSU), Filipina, untuk memperkuat kolaborasi akademik melalui program joint research, student and staff mobility, serta international joint class. Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan dari kerja sama yang telah terbangun sebelumnya melalui nota kesepahaman (MoU), dengan fokus pada penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) yang lebih spesifik dan operasional.

Dalam diskusi, Dr. Joseph Campiseno dari JRMSU dan Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., membahas rencana pertukaran mahasiswa dan dosen/tenaga kependidikan. Universitas Andalas menawarkan program akademik berdurasi 2–4 minggu bagi mahasiswa JRMSU, sementara JRMSU menyatakan kesiapan menampung mahasiswa Universitas Andalas dengan fasilitas akomodasi di guest house kampus. Selain mobilitas, kedua pihak juga membahas pengembangan kelas internasional bersama, termasuk skema COIL (Collaborative Online International Learning) sebagai model pembelajaran kolaboratif lintas negara.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan riset kolaboratif dan jejaring riset internasional. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Riza Bagalanan dari pihak JRMSU memaparkan kapasitas riset dan program pengabdian (extension) yang dimiliki institusinya serta ketertarikan untuk mengembangkan riset bersama. Universitas Andalas menegaskan kesiapan untuk mempertemukan peneliti dari kedua institusi agar dapat merancang proposal riset kolaboratif yang relevan dan aplikatif, termasuk peluang memulai komunikasi antar peneliti mulai bulan berikutnya.

Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., menyampaikan bahwa Universitas Andalas terbuka untuk mempercepat implementasi kerja sama melalui MoA yang memuat skema mobilitas, riset bersama, serta kelas internasional. Ia juga menjelaskan bahwa Universitas Andalas memiliki 157 program studi dan aktif menjalankan program pengabdian serta respons kebencanaan yang melibatkan ratusan hingga ribuan mahasiswa sebagai bentuk kontribusi universitas terhadap kebutuhan masyarakat.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., dalam tanggapannya menegaskan bahwa kerja sama internasional perlu diarahkan pada program yang konkret, terukur, dan berdampak. Menurutnya, skema mobilitas mahasiswa dan dosen, joint class berbasis COIL, serta joint research akan menjadi instrumen penting untuk memperkuat internasionalisasi Universitas Andalas sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran, riset, dan reputasi institusi.

Sebagai tindak lanjut, Universitas Andalas akan mengirimkan matriks rencana kegiatan internasional tahun berjalan kepada JRMSU, termasuk program student/faculty mobility dan informasi konferensi. Sementara itu, pihak JRMSU akan menyiapkan dan mengirimkan draf MoA yang lebih rinci untuk ditelaah bersama, serta mengirimkan matriks program dan aktivitas JRMSU. Kedua institusi juga akan berkoordinasi untuk penetapan jadwal seminar/workshop COIL internasional pada kuartal kedua, serta memulai penjajakan proposal riset bersama dan pertukaran peneliti dalam tahun ini.

Penjajakan kerja sama ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran internasional dan mobilitas akademik, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan riset kolaboratif dan jejaring inovasi lintas negara, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui peluang riset dan pengabdian terkait resiliensi dan kebencanaan yang relevan bagi kawasan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antar perguruan tinggi di tingkat internasional.

Melalui langkah ini, Universitas Andalas dan Jose Rizal Memorial State University diharapkan dapat segera mengoperasionalkan kerja sama dalam bentuk program mobilitas, riset bersama, dan kelas internasional yang berkelanjutan dan berdampak bagi penguatan kapasitas akademik kedua institusi.