Sosialisasi Satgas PPK di FMIPA Universitas Andalas Perkuat Kampus Aman Dukung SDG 5 dan SDG 16

Padang, 24 November 2025

Upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan di Universitas Andalas merupakan bagian dari kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya mendukung SDG 5 tentang kesetaraan gender serta SDG 16 mengenai perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) yang diselenggarakan di Plaza FMIPA Universitas Andalas pada Jumat, 21 November.

Kegiatan ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pencegahan serta penanganan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan kampus. Melalui sosialisasi ini, peserta diperkenalkan dengan peran Satgas PPK Universitas Andalas serta mekanisme yang tersedia untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh warga kampus.

Dekan FMIPA Universitas Andalas, Prof. Mai Efdi, dalam sambutannya menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan akademik. Ia menyampaikan bahwa pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan perlu terus ditingkatkan agar seluruh sivitas akademika dapat menciptakan lingkungan kampus yang kondusif. “Semoga kegiatan ini memberi pencerahan bagi kita semua dan menjadikan FMIPA sebagai fakultas yang nyaman dan saling bersinergi,” ujarnya.

Sosialisasi tersebut menghadirkan sejumlah anggota Satgas PPK Universitas Andalas sebagai narasumber, yaitu Sari Dewi Hidayani, S.E., M.M., dr. Noverika Windasari, Sp.F.M., Dr. Drs. Khairil Anwar, M.Si., serta M. Jordan sebagai perwakilan mahasiswa. Para narasumber memaparkan peran Satgas PPK dalam melakukan pencegahan serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Ketua Satgas PPK Universitas Andalas, Dr. Drs. Khairil Anwar, M.Si., menjelaskan pentingnya penguatan kesadaran seluruh sivitas akademika terkait isu kekerasan di kampus. Ia menyinggung kasus perundungan di perguruan tinggi lain yang menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan. “Kasus itu mengguncang kita semua. Kejadian tersebut mendorong pimpinan universitas memperluas sosialisasi agar kampus menjadi kawasan aman, sehat, dan bebas kekerasan. Ini adalah keinginan kita bersama sebagai bagian dari civitas akademika UNAND,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Universitas Andalas berharap seluruh sivitas akademika semakin memahami pentingnya pencegahan kekerasan serta berperan aktif dalam menjaga lingkungan kampus yang aman dan saling menghormati. Inisiatif ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Andalas dalam membangun tata kelola kelembagaan yang melindungi setiap individu serta mendukung terciptanya ruang pendidikan tinggi yang adil dan inklusif.