Program Kampus Nagari Universitas Andalas Perluas Akses Pendidikan Digital di Desa
Padang, 20 August 2020
Padang, 20 Agustus 2020 - Dalam
upaya memperkuat akses pendidikan yang inklusif dan merata, Universitas Andalas
menghadirkan program Kampus Nagari yang sejalan dengan tujuan SDG 4 (Quality
Education) dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure). Program ini
bertujuan mempermudah mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran daring sekaligus
memperluas akses infrastruktur digital hingga ke wilayah nagari atau desa di
Sumatera Barat.
Program Kampus Nagari
dilaksanakan melalui kerja sama antara Universitas Andalas dan sejumlah nagari
di berbagai daerah. Melalui program ini, mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas
internet gratis yang tersedia di kantor wali nagari sebagai tempat belajar dan
mengikuti kegiatan perkuliahan secara daring. Selain memanfaatkan fasilitas
tersebut, mahasiswa juga didorong untuk berkontribusi kepada nagari melalui
berbagai ide, saran, dan pemikiran untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang
dihadapi masyarakat setempat.
Ketua Nagari Development Center
(NVC) Universitas Andalas, Erigas Ekaputra, menjelaskan bahwa program Kampus
Nagari merupakan bentuk pembelajaran dari rumah yang difasilitasi oleh
pemerintah nagari dan didampingi oleh pihak universitas. Ia menyebutkan bahwa
fasilitas internet yang dimanfaatkan dalam program ini sebagian besar telah
dialokasikan melalui dana desa sehingga dapat digunakan untuk mendukung
aktivitas belajar mahasiswa.
Dalam implementasinya, mahasiswa
akan membentuk Kelompok Belajar Daring (Kobeda) bersama mahasiswa lain yang
berada di nagari yang sama. Melalui kelompok ini, mahasiswa dapat saling
berdiskusi, berbagi materi, dan memanfaatkan jaringan internet yang tersedia di
kantor nagari untuk mengikuti kegiatan perkuliahan secara lebih efektif.
Saat ini terdapat 15 nagari yang
telah menjalin kerja sama dengan Universitas Andalas dalam program Kampus
Nagari. Nagari tersebut antara lain Talawi Ilia di Kota Sawahlunto, Pasie Laweh
di Kabupaten Agam, Alahan Panjang di Kabupaten Solok, Sumaniak di Kabupaten
Tanah Datar, Sulit Air di Kabupaten Solok, Pakandangan di Kabupaten Padang
Pariaman, Ampang Gadang di Kabupaten Agam, Sungai Pulai dan Pasir Binjai di
Kabupaten Pesisir Selatan, Lubuk Malako dan Koto Baru di Kabupaten Solok
Selatan, serta Guguak Malalo, Tanjuang Bonai di Kabupaten Tanah Datar, Lawang
di Kabupaten Agam, dan Lakitan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Erigas berharap program Kampus
Nagari ke depan dapat diperluas ke lebih banyak wilayah di Sumatera Barat yang
memiliki sekitar 928 nagari. Bahkan, konsep ini diharapkan dapat direplikasi di
berbagai daerah lain di Indonesia sebagai model kolaborasi antara perguruan
tinggi dan pemerintah desa dalam memperkuat akses pendidikan berbasis digital.
Rektor Universitas Andalas,
Yuliandri, menyampaikan bahwa program Kampus Nagari merupakan langkah strategis
yang diambil universitas untuk menjawab tantangan pembelajaran daring pada masa
pandemi Covid-19. Program ini dirancang untuk memastikan proses pembelajaran
tetap berjalan efektif sekaligus membantu mahasiswa mengatasi keterbatasan
akses internet di daerah tempat tinggal mereka.
Selain menghadirkan Kampus
Nagari, Universitas Andalas juga menjalin kerja sama dengan Telkomsel untuk
memberikan dukungan akses internet bagi mahasiswa selama pembelajaran daring
berlangsung. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Universitas Andalas berupaya
memastikan bahwa seluruh mahasiswa tetap dapat mengikuti proses pendidikan
secara optimal sekaligus memperkuat pemerataan akses pendidikan dan
infrastruktur digital di berbagai wilayah.