Perkuat Kesiapsiagaan Medis Pascabencana, FK Universitas Andalas dan IDAI Sumbar Gelar Webinar Tanggap Darurat Hidrometeorologi

Padang, 27 December 2025

Padang – Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Wilayah Sumatera Barat menyelenggarakan Webinar Bencana Seri 1 bertajuk “Emergency Response in Disaster: Kesiapsiagaan dan Respon Medis di Situasi Bencana Hidrometeorologi”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 27 Desember 2025, dan terbuka gratis bagi tenaga kesehatan.

Webinar ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta kapasitas respon medis tenaga kesehatan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang kerap melanda Sumatera Barat. Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata Universitas Andalas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera melalui penguatan sistem layanan kesehatan darurat, SDG 11 tentang kota dan komunitas tangguh bencana, serta SDG 13 terkait peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, MPH, yang menekankan pentingnya kesiapan tenaga kesehatan dalam menurunkan risiko kesakitan dan kematian akibat bencana. Menurutnya, penguatan kapasitas medis menjadi kunci perlindungan kelompok rentan, terutama anak-anak, dalam situasi darurat.

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Finny Fitry Yani, Sp.A, Subsp. Respi (K), menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengurangan risiko bencana melalui edukasi dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan medis sebelum bencana terjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan layanan kesehatan, sejalan dengan target SDG 3.

Ketua IDAI Sumatera Barat, dr. Asrawati Nurdin, M.Biomed, Sp.A, Subsp. TKPS (K), FISQua, menambahkan bahwa kolaborasi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan sangat dibutuhkan agar pengetahuan klinis dapat diterapkan secara efektif dalam situasi bencana. Menurutnya, sinergi ini menjadi bagian penting dari penguatan sistem kesehatan yang tangguh.

Webinar dimoderatori oleh dr. Indra Ihsan, M.Biomed, Sp.A, Subsp. E.T.I.A (K), dan menghadirkan tiga topik utama. Topik pertama disampaikan oleh dr. Kurniawan Taufiq Kadafi, M.Biomed, Sp.A, Subsp. E.T.I.A (K), mengenai kesiapan dan keselamatan relawan medis di situasi bencana. Topik kedua oleh dr. Aldian Tri Wahyuda Putra, Sp.A, membahas triase bencana sebagai strategi menyelamatkan lebih banyak nyawa. Sementara itu, topik ketiga oleh dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM, KPEC, mengulas tantangan rujukan dan evakuasi pasien saat bencana.

Kegiatan ditutup dengan diskusi panel yang melibatkan dinas kesehatan, akademisi, dan organisasi profesi. Diskusi ini menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam penanganan kesehatan saat bencana, yang mencerminkan implementasi SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Melalui webinar ini, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan IDAI Sumatera Barat menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan medis dan ketahanan sistem kesehatan pascabencana. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, serta membangun komunitas yang lebih tangguh menghadapi risiko bencana hidrometeorologi.