Penyaluran Air Bersih oleh Universitas Andalas bagi Warga Terdampak Banjir Bandang Dukung SDG 6 dan SDG 11

Padang, 24 January 2026

Pada 24 Januari 2026, Universitas Andalas menunjukkan komitmen kemanusiaannya yang sejalan dengan SDG 6 (Clean Water and Sanitation) dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penyaluran air bersih bagi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi kampus dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.

Berita tersebut menggambarkan bahwa banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada akhir tahun sebelumnya meninggalkan dampak berkepanjangan. Kerusakan tidak hanya terasa saat bencana terjadi, tetapi juga terus memengaruhi kehidupan masyarakat setelah air surut.

Memasuki awal tahun 2026, dampak bencana mulai dirasakan dalam bentuk krisis air bersih. Luapan sungai saat bencana telah mengubah jalur air alami, merusak sistem irigasi, dan mengganggu sumber-sumber air yang selama ini menopang kebutuhan warga, sehingga sumur-sumur serapan masyarakat perlahan mengering.

Di pertengahan Januari 2026, warga harus menunggu penyaluran air bersih setiap malam dengan menyiapkan ember, jeriken, dan berbagai wadah penampung air di depan rumah masing-masing. Situasi ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak.

Melihat kondisi tersebut, Universitas Andalas mengambil langkah cepat melalui aksi kepedulian yang juga didorong oleh kenyataan bahwa di wilayah terdampak terdapat keluarga besar kampus, termasuk mahasiswa yang tinggal di kos dan sivitas akademika yang bermukim di kawasan tersebut. Kepedulian ini kemudian diwujudkan melalui penyaluran bantuan air bersih ke Durian Tarung dan Koto Tingga, Kecamatan Kuranji.

Dalam pelaksanaannya, Universitas Andalas bersinergi dengan mobil pemadam kebakaran untuk menyalurkan sekitar 12.000 liter air bersih. Air tersebut diambil dari sumber di Limau Manis dan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan, menjadi bantuan nyata di tengah krisis yang masih berlangsung.

Universitas Andalas menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Bantuan air bersih akan terus dilanjutkan selama masyarakat masih membutuhkan, sebagai bagian dari komitmen melalui program UNAND Peduli yang menekankan tanggung jawab sosial universitas terhadap masyarakat sekitar, terutama dalam situasi darurat dan masa pemulihan pascabencana.