Pascasarjana Universitas Andalas Salurkan Bantuan Kemanusiaan PKM–MNM untuk Penyintas Galodo Agam, Perkuat Kontribusi SDGs

Padang, 16 December 2025

Agam – Tim Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM–MNM) Pascasarjana Universitas Andalas mengunjungi dua lokasi terdampak banjir dan tanah longsor (galodo) di Kabupaten Agam pada Selasa, 16 Desember 2025. Kegiatan ini menegaskan kontribusi Universitas Andalas terhadap pencapaian SDGs, terutama SDG 11 tentang pengurangan dampak bencana pada masyarakat, SDG 1 terkait dukungan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga terdampak, serta SDG 17 melalui kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintahan nagari dan komunitas lokal dalam pemulihan pascabencana.

Tim dipimpin Prof. Rudi Febrianmansyah dan didukung sejumlah dosen dan tenaga kependidikan Pascasarjana Universitas Andalas. Sejak pagi hari, tim bergerak menuju kawasan Maninjau untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat pascaterdampak bencana hidrometeorologi.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah posko pengungsian di Jorong Kuok III Koto (Tigo Koto), Nagari Matua Mudiak, di tepian Danau Maninjau. Di lokasi ini, tim menyerahkan sekitar 100 paket sembako untuk sekitar 40 kepala keluarga yang berada dalam pengungsian. Bantuan diserahkan oleh Prof. Rudi Febrianmansyah dan diterima secara simbolis oleh Wali Jorong Romi Dt Marajo. Mekanisme kontribusi SDG-nya konkret: distribusi kebutuhan pokok membantu memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas, mengurangi risiko kerentanan pangan pascabencana, dan mempercepat pemulihan daya hidup keluarga terdampak, sejalan dengan SDG 1 dan SDG 11.

Wali Jorong menyampaikan bahwa Jorong Tigo Koto termasuk wilayah yang mengalami dampak paling berat. Sejumlah rumah dilaporkan hancur dan rusak berat akibat galodo, termasuk kerusakan kendaraan yang terseret material kayu dan lumpur. Peristiwa tersebut terjadi pada 27 November 2025 sekitar pukul 13.30 WIB, ketika air bercampur lumpur dan kayu-kayu besar menghantam permukiman warga. Dampak kerusakan yang signifikan tersebut memperlihatkan urgensi penguatan ketangguhan komunitas dan dukungan pemulihan yang terarah.

Dalam sambutannya, Prof. Rudi Febrianmansyah menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat. Ia menegaskan bahwa kehadiran Pascasarjana Universitas Andalas merupakan bentuk empati dan tanggung jawab sosial perguruan tinggi untuk membantu masyarakat bangkit. Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat tetap sabar dan kuat dalam menjalani masa pemulihan menuju kehidupan yang lebih baik.

Lokasi kedua yang dikunjungi adalah kawasan Nagari Matur Mudik, di sekitar Kelok menuju Maninjau. Di wilayah ini, bencana juga menyebabkan banjir besar dan galodo, bahkan sejumlah rumah dilaporkan hanyut dan akses jalan jorong sempat terputus. Kepala Jorong setempat menyampaikan bahwa warga terdampak ditampung di lokasi pengungsian. Di titik ini, tim menyerahkan lebih dari 100 paket sembako serta pakaian layak pakai kepada perwakilan masyarakat, termasuk wali jorong dan tokoh perempuan setempat.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa langkah Pascasarjana Universitas Andalas melalui PKM–MNM menunjukkan bagaimana perguruan tinggi hadir secara responsif dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, distribusi bantuan yang terstruktur melalui pemerintah nagari dan perangkat jorong mempercepat ketepatan sasaran sekaligus memperkuat ketahanan komunitas, selaras dengan SDG 11 dan penguatan solidaritas sosial dalam agenda SDGs.

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa kegiatan PKM–MNM merupakan praktik nyata kemitraan berbasis komunitas (SDG 17) yang perlu diperluas. Ia menekankan bahwa program bantuan kemanusiaan idealnya disertai pemetaan kebutuhan pascabencana untuk mendukung pemulihan ekonomi keluarga secara berkelanjutan. Menurutnya, temuan lapangan juga dapat menjadi bahan penting bagi riset terapan dan rekomendasi mitigasi bencana agar dampak serupa dapat ditekan di masa depan.

Melalui kegiatan PKM–MNM ini, Pascasarjana Universitas Andalas menegaskan kontribusinya dalam agenda SDGs: membantu pemenuhan kebutuhan dasar penyintas dan mengurangi kerentanan pascabencana (SDG 1), memperkuat ketahanan komunitas dan pemulihan wilayah terdampak bencana (SDG 11), serta memperluas kolaborasi universitas–pemerintah nagari–komunitas untuk pemulihan yang lebih cepat dan berkelanjutan (SDG 17).