Pameran Panen Raya dan Swasembada Pangan Bersama Presiden RI Hadirkan Inovasi Unggulan Fateta UNAND
Padang, 07 January 2026
Pameran Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian pada 7 Januari 2026 menghadirkan berbagai inovasi unggulan dari Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) Universitas Andalas. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek ketahanan pangan, inovasi industri, pertumbuhan ekonomi, dan kemitraan lintas sektor.
Kegiatan nasional tersebut dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan melibatkan Direktorat Jenderal Perkebunan yang dipimpin Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., serta PT Perkebunan Nusantara IV di bawah kepemimpinan Jatmiko Krisna Santosa dengan dukungan Direktur Strategi dan Sustainability, Ugun Untaryo. Kolaborasi ini mencerminkan praktik kemitraan multipihak antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis sumber daya lokal, sejalan dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Inovasi Fateta Universitas Andalas yang ditampilkan meliputi pengembangan produk gambir murni, katekin, dan tanin, serta beragam produk turunan bernilai tambah seperti kosmetik berbasis gambir, produk kesehatan dan perawatan, perekat papan partikel untuk industri, produk pangan dan minuman berupa teh daun gambir, hingga tinta pemilu berbahan gambir yang telah digunakan secara resmi pada Pemilu 2024. Inovasi-inovasi tersebut menunjukkan kontribusi Universitas Andalas dalam mendorong sistem produksi pangan dan industri yang berkelanjutan (SDG 12), sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional (SDG 2).
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Alfi Asben, M.Si., menyampaikan bahwa inovasi yang ditampilkan merupakan hasil integrasi riset, pengembangan teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Fateta Universitas Andalas secara konsisten mendorong hilirisasi hasil riset agar mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang terukur, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta memperkuat kemandirian pangan dan industri nasional. Upaya ini sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).
Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, S.T., M.Eng.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa keterlibatan Universitas Andalas dalam pameran nasional ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperkuat dampak sosial dan ekonomi dari aktivitas riset dan inovasi. Menurutnya, Universitas Andalas berkomitmen untuk memastikan bahwa hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., menambahkan bahwa pameran ini menjadi bukti implementasi hilirisasi riset sebagai instrumen pencapaian SDGs di tingkat institusi. Ia menegaskan bahwa Universitas Andalas akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan industri guna memperluas dampak inovasi, meningkatkan adopsi teknologi, serta memperkuat peran universitas dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional dan global.