Laboratorium Kualitas Udara Universitas Andalas Perkuat Riset dan Pelayanan Lingkungan Berkelanjutan

Padang, 15 August 2025

Padang, 15 Agustus 2025 – Universitas Andalas (Unand) melalui Fakultas Teknik, khususnya Departemen Teknik Lingkungan, memiliki salah satu laboratorium unggulan yang berperan penting dalam riset dan pengabdian masyarakat di bidang pengelolaan lingkungan, yaitu Laboratorium Kualitas Udara (LKU). Laboratorium ini berdiri sejak tahun 2005 dan menjadi salah satu fasilitas vital dalam mendukung kegiatan akademik, penelitian, serta pelayanan lingkungan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

LKU Unand dipimpin oleh Ir. Novi Hardianto, M.T, dosen Departemen Teknik Lingkungan yang aktif dalam penelitian dan pengembangan teknologi pengendalian pencemaran udara. Sejak berdirinya, laboratorium ini berkomitmen untuk menjadi pusat penelitian dan layanan pengukuran kualitas udara di Sumatera Barat. LKU berperan dalam mendukung pembelajaran mahasiswa melalui kegiatan praktikum, riset tugas akhir, serta penelitian kolaboratif lintas disiplin yang relevan dengan isu-isu lingkungan perkotaan dan industri.

Berbagai alat canggih digunakan dalam operasional LKU, seperti High Volume Sampler (HVS) dan Low Volume Sampler (LVS) untuk pengukuran partikulat udara (TSP dan PM10), impinger untuk pengambilan sampel gas pencemar (CO, NO₂, SO₂), serta sound level meter, anemometer, dan perangkat meteorologi lainnya untuk pemantauan lapangan. Dengan fasilitas tersebut, LKU mampu melakukan pengujian udara ambien, emisi cerobong industri, kebisingan, hingga kajian lingkungan yang berkaitan dengan tata ruang kota dan kesehatan masyarakat.

Selain menjadi sarana pendidikan dan penelitian, LKU juga berfungsi sebagai mitra pemerintah daerah dan sektor industri dalam pengawasan kualitas udara. Laboratorium ini menyediakan jasa pengukuran emisi, penyusunan laporan lingkungan, serta konsultasi teknis mengenai pengendalian pencemaran udara. Melalui kegiatan ini, LKU berkontribusi langsung dalam mendukung kebijakan lingkungan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa keberadaan LKU Unand merupakan wujud nyata kontribusi universitas dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan tujuan ke-11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan). “Laboratorium Kualitas Udara menjadi bukti bahwa Unand tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga motor penggerak riset dan layanan publik di bidang lingkungan. Kinerja LKU memperkuat citra Unand sebagai universitas yang peduli terhadap keberlanjutan dan dampak sosial dari ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa LKU Unand memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kolaborasi riset nasional maupun internasional. “LKU dapat menjadi laboratorium referensi untuk pengembangan teknologi pemantauan udara berbasis sensor digital, serta platform riset bersama lintas universitas dan industri. Kami akan terus mendorong hilirisasi hasil penelitian LKU agar bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha,” ungkapnya.

Ke depan, LKU Universitas Andalas berencana memperkuat infrastruktur pemantauan udara berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan membangun jejaring penelitian dengan lembaga lingkungan di tingkat nasional. Dengan langkah strategis tersebut, Unand berharap dapat menjadi pelopor riset udara bersih di wilayah barat Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.