Komitmen Universitas Andalas terhadap Kesetaraan Mahasiswa Disabilitas Perkuat SDG 4 dan SDG 10

Padang, 26 November 2024

Pada 26 November 2024, Universitas Andalas menegaskan komitmennya terhadap pendidikan tinggi yang inklusif sebagai bagian dari dukungan terhadap SDG 4 (Quality Education) dan SDG 10 (Reduced Inequalities). Komitmen ini diwujudkan melalui upaya nyata untuk memastikan kesetaraan akses dan layanan bagi seluruh sivitas akademika, termasuk mahasiswa disabilitas.

Direktur Pendidikan dan Pembelajaran Universitas Andalas, Nur Afrainin Syah, menegaskan bahwa kesetaraan bagi mahasiswa disabilitas merupakan kewajiban sekaligus komitmen universitas. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kampus tidak memandang layanan inklusif sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian mendasar dari tanggung jawab pendidikan tinggi.

Komitmen tersebut diperkuat dengan keberadaan Unit Pelaksana Teknis Layanan Disabilitas di Universitas Andalas. Kehadiran unit ini diharapkan menjadi titik terang dalam mendorong terciptanya lingkungan kampus yang semakin inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Selain membangun sistem layanan di internal kampus, Universitas Andalas juga terus mempromosikan keterbukaan akses pendidikan kepada siswa-siswa yang memiliki keterbatasan. Langkah ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa Universitas Andalas berupaya mengakomodasi kesempatan belajar yang setara bagi penyandang disabilitas.

Pihak universitas menilai bahwa ketika kesempatan yang setara dan akses yang memadai dapat diberikan, mahasiswa disabilitas memiliki peluang yang sama untuk berkarya dan berprestasi seperti mahasiswa lainnya. Pandangan ini menunjukkan bahwa inklusivitas bukan hanya soal keberpihakan, tetapi juga tentang membuka ruang bagi potensi setiap individu untuk berkembang.

Saat berita ini diterbitkan, UPT Layanan Disabilitas Universitas Andalas mendampingi 20 mahasiswa disabilitas yang terdiri atas penyandang tuna daksa, tuna rungu, dan tuna netra. Dalam pelaksanaannya, unit ini bekerja melalui beberapa kelompok kerja, yaitu pendidikan dan pengajaran, pendampingan, konseling, serta hubungan masyarakat.

Pendampingan yang diberikan tidak hanya terkait kebutuhan fisik dan akademik, tetapi juga mencakup dukungan terhadap berbagai persoalan mental yang dihadapi mahasiswa. Universitas Andalas juga turut memperingati Hari Disabilitas Internasional melalui rangkaian kegiatan seperti lomba poster, lomba film pendek, dan seminar nasional, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan budaya kampus yang lebih inklusif.