Kolaborasi Universitas Andalas dan Kementerian ESDM dalam Operasionalisasi PLTMH Dukung SDG 7 dan SDG 17

Padang, 30 March 2018

Universitas Andalas bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkuat pemanfaatan energi terbarukan melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Inisiatif ini mencerminkan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pengembangan energi bersih serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi energi baru terbarukan.

Kerja sama tersebut dilakukan antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian ESDM dengan Universitas Andalas untuk pengoperasian pembangkit listrik tenaga mikrohidro di lingkungan kampus Universitas Andalas. Penandatanganan MoU dilakukan pada Jumat, 30 Maret 2018 di Bukittinggi, Sumatera Barat, dan disaksikan oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

PLTMH yang dioperasikan melalui kerja sama tersebut memiliki kapasitas sekitar 400 kilowatt (kW). Pembangkit listrik ini dibangun untuk memanfaatkan potensi energi air sebagai sumber energi terbarukan sekaligus mendukung kebutuhan listrik dan kegiatan penelitian di lingkungan perguruan tinggi.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyampaikan bahwa kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat penting dalam pengembangan teknologi energi baru terbarukan. Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan riset dan inovasi energi di Indonesia.

“Dengan kerja sama ini diharapkan Universitas Andalas dapat mengoperasikan pembangkit listrik tenaga mikrohidro tersebut,” ujar Arcandra Tahar.

Melalui kerja sama operasi tersebut, Universitas Andalas berperan dalam pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas PLTMH sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pembelajaran di bidang energi terbarukan. Pembangkit ini diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus mendukung pengembangan teknologi energi bersih di lingkungan akademik.

Bagi Universitas Andalas, pengoperasian PLTMH ini memberikan manfaat strategis dalam mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian di bidang energi terbarukan. Selain menjadi sarana pembelajaran dan riset bagi mahasiswa dan peneliti, keberadaan pembangkit tersebut juga berpotensi membantu efisiensi penggunaan energi di lingkungan kampus. Rektor Universitas Andalas saat itu, Tafdil Husni, menyampaikan bahwa operasional PLTMH dapat membantu menekan biaya listrik kampus yang sebelumnya mencapai sekitar Rp727 juta per tahun. Fasilitas ini juga diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan teknologi mikrohidro sekaligus sarana demonstrasi energi terbarukan di Sumatera Barat.