Inovasi Robotika Mahasiswa Universitas Andalas Dorong Hilirisasi Teknologi dan Mitigasi Bencana Berkelanjutan
Padang, 18 October 2025
Universitas Andalas terus
menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan melalui penguatan inovasi teknologi dan pemanfaatannya bagi
masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and
Infrastructure) yang menekankan pentingnya pengembangan inovasi dan penguatan
infrastruktur teknologi, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) yang
berfokus pada peningkatan ketahanan wilayah dan mitigasi risiko bencana.
Komitmen ini tercermin dari dorongan Universitas Andalas kepada Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) agar berperan aktif
dalam menjembatani hilirisasi inovasi robotika yang dikembangkan mahasiswa agar
dapat terhubung dengan dunia industri.
Hal tersebut disampaikan oleh
Pelaksana Tugas Rektor Universitas Andalas, Prof. Syukri Arief, saat membuka
Kontes Robot Terbang Indonesia 2025 yang diselenggarakan di kampus Universitas
Andalas, Padang. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Syukri menekankan bahwa
berbagai inovasi robotika yang lahir dari kreativitas mahasiswa memiliki
potensi besar untuk dimanfaatkan secara luas. Namun, agar inovasi tersebut dapat
memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri, diperlukan dukungan
kebijakan dan fasilitasi dari pemerintah, khususnya dalam menghubungkan hasil
riset perguruan tinggi dengan kebutuhan sektor industri.
Menurutnya, peran
Kemendiktisaintek menjadi sangat strategis dalam memastikan hasil inovasi
mahasiswa tidak hanya berhenti pada tahap kompetisi atau penelitian, tetapi
dapat dilanjutkan pada tahap hilirisasi dan implementasi. Dengan adanya
jembatan antara perguruan tinggi dan industri, teknologi yang dikembangkan di
kampus dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai tantangan
pembangunan nasional.
Sebagai langkah konkret,
Universitas Andalas juga telah menjalin koordinasi dengan Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memanfaatkan teknologi robotika dalam
mendukung kegiatan mitigasi dan penanganan bencana. Penggunaan robot terbang
atau drone dinilai sangat relevan terutama untuk menjangkau wilayah yang sulit
diakses oleh manusia, sehingga dapat membantu proses pemantauan wilayah,
pemetaan kondisi lapangan, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat dalam
situasi darurat.
BNPB menyambut baik inisiatif
tersebut dan menilai teknologi robotika dapat menjadi salah satu solusi penting
dalam upaya meminimalkan risiko bencana. Dengan memanfaatkan drone dan
teknologi pemetaan udara, potensi bahaya di suatu wilayah dapat diidentifikasi
lebih awal sehingga langkah mitigasi yang tepat dapat dirancang untuk
mengurangi dampak bencana bagi masyarakat.
Sebagai perguruan tinggi yang
diresmikan oleh Wakil Presiden RI Mohammad Hatta pada tahun 1956, Universitas
Andalas terus memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan inovasi teknologi
yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Salah satu capaian yang
telah dihasilkan adalah pengembangan robot terbang yang dimanfaatkan untuk
kegiatan pemetaan, termasuk untuk mendukung proses pembukaan lahan baru di
wilayah Indonesia bagian barat.
Ketua Pelaksana Kontes Robot
Terbang Indonesia yang juga Direktur Kemahasiswaan Universitas Andalas, Khandra
Fahmy, menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi drone juga telah diintegrasikan
dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2025. Dalam program
tersebut, mahasiswa menggunakan pesawat tanpa awak untuk melakukan pemetaan
wilayah yang memiliki potensi bencana alam, khususnya yang berkaitan dengan
aliran sungai.
Melalui pemanfaatan teknologi
tersebut, mahasiswa Universitas Andalas berhasil memetakan sejumlah wilayah
yang memiliki potensi bencana yang berhulu dari sungai. Pemetaan ini menjadi sangat
penting sebagai dasar dalam menentukan langkah mitigasi yang tepat, sekaligus
menunjukkan bagaimana inovasi teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi
dapat memberikan kontribusi nyata bagi keselamatan masyarakat serta pembangunan
wilayah yang lebih tangguh dan berkelanjutan.