InnoMatch Universitas Andalas Dukung SDG 9 dan SDG 17 melalui Hilirisasi Riset dan Kemitraan Industri
Padang, 20 August 2025
Upaya memperkuat ekosistem inovasi dan hilirisasi riset menjadi bagian
penting dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 9 (Industry,
Innovation and Infrastructure) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Universitas Andalas menyelenggarakan kegiatan InnoMatch sebagai forum strategis
yang mempertemukan inovasi kampus dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI)
guna mendorong pemanfaatan hasil riset bagi masyarakat dan perekonomian.
Kegiatan yang mengusung tema “Bridging Innovation and Industry” ini
dilaksanakan pada Rabu (20/8/2025) di Ruang Pertemuan LPPM Universitas Andalas
dan menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Andalas ke-69.
InnoMatch menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi dan
seminar tematik tentang hilirisasi riset, pameran produk inovasi unggulan
Universitas Andalas, sesi business pitching dan business matching
dengan mitra industri, hingga penandatanganan komitmen kerja sama.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, Ph.D., dalam sambutannya
menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi yang dihasilkan dari riset
perguruan tinggi. Ia menyampaikan, “Seandainya suatu produk tidak bisa
diproduksi secara massal, maka usaha tersebut tidak akan sustainable.” Ia juga
menegaskan bahwa universitas memiliki peran strategis dalam mendukung
pertumbuhan ekonomi melalui riset dan pengembangan teknologi. “Universitas
hadir membantu memecahkan persoalan industri melalui riset yang tidak hanya
menghasilkan hak kekayaan intelektual, tetapi juga mendorong pertumbuhan
ekonomi.”
Acara utama dalam kegiatan ini adalah sesi pitching dan business matching
yang dipandu oleh Prof. Dr. dr. Satya Wydya Yenny dan Dr. Kiki Yulianto.
Melalui sesi tersebut, para inovator mempresentasikan produk inovatif mereka
kepada mitra industri untuk membuka peluang kerja sama komersialisasi. Sebanyak
24 tenant terpilih memaparkan inovasi yang mereka kembangkan sebagai langkah
awal menuju kolaborasi dengan sektor industri.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai narasumber dari
kalangan industri dan organisasi bisnis, di antaranya Ketua Gakeslab Sumbar
Renvil, Ketua GP Farmasi Sumbar Abdel, Plt Ketua KADIN Sumbar Popi Mailani AAB,
serta Vice President IMA Padang Azhari Rahmat. Kehadiran para pemangku
kepentingan tersebut memberikan perspektif mengenai kebutuhan pasar dan peluang
kolaborasi antara riset perguruan tinggi dan dunia industri.
Melalui penyelenggaraan InnoMatch, Universitas Andalas menegaskan
komitmennya sebagai penghubung antara inovasi akademik dan kebutuhan industri.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat ekosistem inovasi serta membuka jalan bagi
produk riset Universitas Andalas agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh
masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara perguruan tinggi
dan dunia usaha.