FIB Universitas Andalas Hadir di Pesisir Selatan, Dorong Ketahanan Komunitas dan Literasi Kebencanaan Sekaligus Dukung Pencapaian SDGs

Padang, 13 December 2025

Pesisir Selatan, 13 Desember 2025 – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Universitas Andalas) menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus memperkuat literasi kebencanaan bagi masyarakat nagari terdampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan ini menunjukkan kontribusi nyata Universitas Andalas dalam mendukung pencapaian berbagai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penguatan ketahanan komunitas terhadap bencana (SDG 11), perlindungan kesejahteraan masyarakat terdampak (SDG 3), penguatan pendidikan dan literasi berbasis komunitas (SDG 4), serta kolaborasi multipihak untuk pemulihan berkelanjutan (SDG 17).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat Membantu Nagari Membangun (PKM-MNM) Khusus Tanggap Darurat Bencana yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta 13 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FIB Universitas Andalas. Keterlibatan lintas unsur ini memperlihatkan praktik pembelajaran dan pengabdian yang terintegrasi, di mana sivitas akademika tidak hanya hadir sebagai relawan, tetapi juga sebagai penggerak pemulihan sosial yang terstruktur dan berbasis pengetahuan.

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan kebutuhan harian yang dihimpun dari keluarga besar FIB Universitas Andalas, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat umum. Bantuan ini diserahkan kepada pemerintah nagari dan perwakilan keluarga terdampak untuk didistribusikan sesuai kebutuhan mendesak. Mekanisme tersebut memperkuat ketepatan sasaran bantuan dan membantu memastikan pemenuhan kebutuhan dasar korban, sehingga berkontribusi pada pemulihan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pascabencana (SDG 3) sekaligus memperkuat kohesi sosial dalam situasi krisis.

Selain penyaluran donasi, tim FIB Universitas Andalas juga memberikan penyadaran tentang resiliensi kebencanaan dengan pendekatan budaya lokal. Warga diajak kembali memahami mekanisme tradisional seperti bedug, kentongan, serta peran surau sebagai pusat komunikasi komunitas dalam mitigasi bencana. Penguatan sistem komunikasi lokal ini memperkuat ketahanan nagari, relevan dengan SDG 11 yang menekankan komunitas yang aman dan tangguh. Di saat yang sama, integrasi kearifan lokal dalam mitigasi turut mendukung keberlanjutan praktik sosial-budaya sebagai modal resiliensi masyarakat.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa inisiatif FIB Universitas Andalas memperlihatkan bagaimana pengabdian masyarakat dapat menjadi instrumen strategis universitas untuk memperkuat SDGs di tingkat nagari. Menurutnya, pendekatan berbasis budaya lokal membuat edukasi kebencanaan lebih mudah diterima dan berpeluang menjadi praktik yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Universitas Andalas mendorong setiap fakultas dan unit untuk mengembangkan pengabdian yang berdampak, terukur, dan memperkuat ketangguhan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana.

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya penting sebagai respons kemanusiaan, tetapi juga sebagai penguatan ekosistem pengetahuan berbasis lapangan. Ia menekankan bahwa temuan dan pengalaman di nagari dapat menjadi bahan pemetaan kebutuhan, pengembangan riset terapan, dan inovasi sosial untuk mitigasi bencana. Menurutnya, kemitraan dengan pemerintah nagari dan komunitas lokal merupakan praktik SDG 17 yang memperkuat keberlanjutan program, karena dukungan pemulihan pascabencana memerlukan kolaborasi lintas pihak dan berbasis data.

Dekan FIB Universitas Andalas Prof. Ike Revita menegaskan bahwa kehadiran FIB Universitas Andalas tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan pascabencana. FIB Universitas Andalas berkomitmen mendampingi masyarakat nagari melalui penguatan literasi kebencanaan berbasis kearifan lokal. Pendekatan ini menegaskan kontribusi UNAND pada SDG 4, karena literasi kebencanaan diposisikan sebagai pembelajaran komunitas yang memperkuat pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kapasitas masyarakat untuk melindungi diri.

Kegiatan berlangsung dalam suasana gotong royong. Mahasiswa dari berbagai UKM turut membantu distribusi bantuan, dokumentasi, dan interaksi langsung dengan warga nagari. Keterlibatan mahasiswa mencerminkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata, memperkuat kepemimpinan sosial, serta menumbuhkan solidaritas. Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan kontribusi Universitas Andalas dalam menghubungkan aksi kemanusiaan, pendidikan, dan kemitraan untuk mendorong pemulihan dan ketangguhan masyarakat nagari, sejalan dengan agenda SDGs.