FEB Universitas Andalas dan IKA FEB Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Malalak, Perkuat Kontribusi SDGs
Padang, 16 December 2025
Agam – Kepedulian keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas (FEB Universitas Andalas) kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang di Jorong Toboh, Kecamatan Malalak. Bersama Ikatan Alumni FEB Universitas Andalas (IKA FEB), FEB Universitas Andalas menyalurkan bantuan pascabencana untuk membantu pemulihan kebutuhan dasar masyarakat. Kegiatan ini menegaskan kontribusi Universitas Andalas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11 tentang pengurangan dampak bencana pada masyarakat, SDG 3 terkait perlindungan kesehatan melalui lingkungan yang bersih dan aman, serta SDG 17 melalui penguatan kemitraan antara sivitas akademika dan alumni.
Banjir bandang yang melanda Jorong Toboh beberapa waktu lalu menyebabkan puluhan rumah rusak, akses terputus, dan aktivitas warga terganggu. Melihat kondisi tersebut, FEB Universitas Andalas dan IKA FEB turun langsung untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat solidaritas sosial dalam masa pemulihan.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, pakaian layak pakai, air minum, serta logistik lainnya. Mekanisme kontribusi SDG-nya jelas: pemenuhan kebutuhan dasar memperkuat ketahanan keluarga terdampak, sementara dukungan perlengkapan kebersihan membantu menjaga sanitasi lingkungan pascabencana dan menurunkan risiko penyakit, sehingga sejalan dengan SDG 3 dan SDG 11.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi menyampaikan apresiasi atas gerak cepat FEB Universitas Andalas dan IKA FEB dalam merespons kebutuhan warga terdampak bencana. Menurutnya, solidaritas sivitas akademika dan alumni menunjukkan bahwa Universitas Andalas hadir bukan hanya sebagai pusat pendidikan dan riset, tetapi juga sebagai institusi yang berkomitmen pada kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan. Rektor menegaskan bahwa setiap aksi bantuan harus dikelola secara terkoordinasi, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, FEB Universitas Andalas juga berkoordinasi dengan pemerintah nagari. Kolaborasi ini memungkinkan bantuan menjangkau warga secara lebih merata dan sesuai prioritas kebutuhan lapangan. Praktik kerja bersama kampus–alumni–pemerintah lokal tersebut memperlihatkan semangat SDG 17 tentang kemitraan, yang menjadi kunci agar pemulihan pascabencana berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan FEB Universitas Andalas dan IKA FEB menunjukkan model kampus berdampak yang hadir untuk masyarakat melalui bantuan nyata dan terkoordinasi. Menurutnya, penguatan jejaring alumni dan sinergi dengan pemerintah nagari menjadi faktor penting agar bantuan tepat sasaran serta memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi bencana.
Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa respons kemanusiaan seperti ini juga memperkuat ekosistem kolaborasi universitas. Ia menekankan bahwa keterlibatan alumni merupakan aset strategis untuk memperluas daya jangkau bantuan dan mendorong tindak lanjut pemulihan yang lebih berkelanjutan, termasuk pemetaan kebutuhan ekonomi warga terdampak agar pemulihan tidak berhenti pada fase bantuan darurat.
Melalui aksi bersama FEB Universitas Andalas dan IKA FEB, Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam agenda SDGs: membantu masyarakat terdampak bencana agar dapat pulih lebih cepat (SDG 11), menjaga kesehatan dan sanitasi pascabencana (SDG 3), serta memperkuat kemitraan multipihak untuk pemulihan yang lebih adil dan berkelanjutan (SDG 17).