Fakultas Hukum Universitas Andalas Sukses Selenggarakan 1st Andalas Law Conference 2025 mendukung SDG 16 dan SDG 17

Padang, 03 November 2025

Padang, 3 November 2025 – Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) sukses menyelenggarakan kegiatan internasional 1st Andalas Law Conference 2025, yang berlangsung di Convention Hall Universitas Andalas. Konferensi ini merupakan bagian dari program EQUITY THE Impact Ranking 2025 dan secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk membahas pembangunan hukum yang berkeadilan, penguatan institusi hukum, dan kolaborasi global dalam menghadapi tantangan sosial kontemporer..

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mencerminkan luasnya minat dalam topik reformasi hukum, keadilan, dan tantangan global yang diangkat dalam konferensi. Sesi-sesi diskusi berjalan dinamis dengan partisipasi aktif dari pembicara dan peserta, yang memperkaya dialog akademik di lingkungan Fakultas Hukum Unand.

Salah satu pembicara internasional yang menjadi sorotan adalah Rolly Francis Peoro dari San Sebastian College of Law, Filipina, yang hadir melalui dukungan Program EQUITY THE Impact Ranking 2025. Peoro dikenal sebagai akademisi dan praktisi hukum muda yang aktif dalam isu human rights advocacy, legal ethics, dan penguatan sistem hukum berbasis keadilan sosial. Selain mengajar di San Sebastian College of Law, ia terlibat dalam berbagai program advokasi hukum yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat rentan di Filipina. Dalam keynote lecture-nya, ia menekankan pentingnya membangun sistem hukum yang responsif terhadap perubahan sosial, serta perlunya kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat reformasi hukum yang berkelanjutan.

Konferensi ini juga menghasilkan berbagai capaian penting, di antaranya terbangunnya jejaring kerja sama akademik dan kelembagaan antara Fakultas Hukum Universitas Andalas dengan universitas mitra dan lembaga penelitian hukum internasional. Selain itu, kapasitas akademik dan profesional peserta—terutama mahasiswa dan dosen—meningkat melalui paparan terhadap perspektif global dan praktik hukum kontemporer. Berbagai rekomendasi akademik untuk pemerintah, lembaga penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya turut dirumuskan, terutama terkait kebutuhan pembaruan hukum nasional yang adaptif dan berkeadilan.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan apresiasinya atas kesuksesan kegiatan ini. “Konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional Fakultas Hukum, tetapi juga menunjukkan kemampuan Unand dalam memfasilitasi dialog akademik global. Kehadiran pembicara internasional seperti Rolly Francis Peoro memberikan perspektif baru dan relevan, terutama bagi negara-negara berkembang yang menghadapi tantangan serupa dalam reformasi hukum,” ujarnya.

Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata hilirisasi gagasan hukum melalui kolaborasi internasional. “Forum ini membuka peluang kerja sama konkret seperti joint research, publikasi internasional, dan pertukaran akademik. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperluas pengaruh Unand dalam diplomasi akademik regional dan memperkuat kontribusi kita terhadap SDG 16,” jelasnya.

Ketua pelaksana konferensi, Dr. Charles Simabura, S.H., M.H., mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme para peserta. “Kami merancang konferensi ini sebagai ruang akademik yang inklusif untuk bertukar pemikiran dan membangun kerja sama berkelanjutan. Respon positif dari peserta menunjukkan bahwa forum seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kualitas riset dan wacana hukum di Indonesia,” tuturnya.

Konferensi ini diharapkan menjadi agenda rutin Fakultas Hukum Unand dalam memperkuat jejaring internasional serta meningkatkan kontribusi akademik dalam reformasi hukum nasional.

This activity is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).