Fakultas Farmasi Universitas Andalas Kolaborasi Lintas Institusi Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing di Agam dan Padang Pariaman, Perkuat Kontribusi SDGs
Padang, 13 December 2025
Agam – Fakultas Farmasi Universitas Andalas berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Farmasi, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Padang, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Riau, serta Fakultas Keperawatan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Peduli Sesama. Program ini menegaskan kontribusi Universitas Andalas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan akses layanan, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (13–14 Desember 2025), berlokasi di Nagari Malalak Utara dan Nagari Salareh Air Timur, Kabupaten Agam, serta Jorong Balah Aia Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Tim Puskesmas setempat turut dilibatkan untuk mendukung layanan kesehatan, memastikan pelaksanaan kegiatan terintegrasi dengan layanan primer di daerah.
Berbagai layanan kesehatan diberikan kepada warga, meliputi pemeriksaan gula darah, asam urat, dan kolesterol. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tim juga memberikan obat-obatan dan suplemen yang sesuai. Mekanisme kontribusi SDG-nya jelas: skrining kesehatan membantu deteksi dini risiko penyakit tidak menular, mendorong tindakan pencegahan, serta memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, selaras dengan SDG 3.
Selain layanan medis, kegiatan juga mencakup pelayanan trauma healing bagi masyarakat yang membutuhkan. Pendampingan ini menjadi bagian penting untuk memulihkan kesejahteraan psikologis dan memperkuat daya pulih komunitas. Dukungan psikososial tersebut sejalan dengan SDG 3, karena kesehatan mental merupakan komponen penting dalam pemulihan pascakrisis.
PKM Peduli Sesama juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan pakaian layak pakai. Bantuan ini membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak, sekaligus mengurangi beban sosial-ekonomi masyarakat. Upaya tersebut relevan dengan SDG 1 tentang penghapusan kemiskinan dan SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan, terutama dalam akses bantuan dan layanan pada wilayah yang membutuhkan dukungan.
Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menyampaikan bahwa PKM kolaboratif seperti ini mencerminkan kampus berdampak yang menghadirkan layanan langsung dan tepat sasaran. Menurutnya, pengabdian yang terintegrasi antara akademisi, tenaga kesehatan, dan mitra eksternal mempercepat pencapaian SDGs karena intervensi kesehatan, dukungan sosial, dan edukasi dilakukan secara bersamaan di tingkat komunitas.
Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menambahkan bahwa kemitraan lintas institusi dalam program ini merupakan praktik nyata SDG 17. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan BPOM, organisasi profesi, alumni, dan fasilitas layanan kesehatan primer memperkuat kualitas layanan serta membuka peluang tindak lanjut berbasis data untuk program kesehatan dan pemulihan masyarakat yang lebih berkelanjutan.
Ketua kegiatan yang juga Dekan Fakultas Farmasi Universitas Andalas, Prof. Dr. apt. Fatma Sri Wahyuni, memimpin langsung pelaksanaan PKM. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperluas akses layanan kesehatan dasar sekaligus membantu pemulihan sosial dan psikologis masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi perlu hadir membawa solusi nyata, terutama ketika masyarakat membutuhkan dukungan kesehatan, edukasi, dan pemulihan pascakejadian yang berdampak pada kondisi komunitas.
Melalui PKM Peduli Sesama, Universitas Andalas menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pengabdian yang berdampak: meningkatkan akses layanan kesehatan (SDG 3), membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (SDG 1), mengurangi kesenjangan layanan dan bantuan (SDG 10), serta membangun kemitraan multipihak yang memperkuat capaian pembangunan berkelanjutan (SDG 17).