Dosen Universitas Andalas Publikasikan Kajian Sistem Pembiayaan Kesehatan Gigi Dunia di Jurnal Internasional Top Tier Terindex Scopus Q1

Padang, 07 August 2026

Padang, Unand – Universitas Andalas kembali mencatat prestasi internasional melalui publikasi ilmiah pada jurnal internasional Top Tier terindeks Scopus Q1, BMC Oral Health. Artikel berjudul Oral health payment systems around the world: structures, challenges, and trends, a scoping review diterbitkan pada 1 Mei 2026 oleh drg. Susi, MKM dosen Fakultas Kedokteran Gigi, Prof. Dr. dr. Rizanda Machmud, M.Kes., dosen Fakultas Kedokteran, dan Dr, Syafrawati, SKM. M.Com dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Publikasi artikel ini didanai oleh LPDP melalui Program EQUITY Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Artikel ilmiah ini merupakan Scoping Review mengenai sistem pembayaran pelayanan gigi di dunia.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya perawatan gigi termasuk dalam 4 layanan kesehatan termahal di dunia, dan di banyak negara tidak menjadi bagian dari asuransi kesehatan nasional. Hal ini menyebabkan hanya sebagian kecil penduduk yang mampu membiayai perawatan gigi. Perawatan gigi menghabiskan lebih dari 10% dari pendapatan rumah tangga, sehingga penduduk lebih banyak memanfaatkan perawatan kuratif secara insidental. Pelayanan kesehatan gigi yang menjadi bagian dari  asuransi kesehatan nasional, sejalan dengan konsep Universal Health Coverage yang mengutamakan pelayanan preventif untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat, menurunkan beban penyakit, serta mengurangi biaya pelayanan kesehatan dalam jangka panjang. 

Menurut peneliti, sistem pembiayaan pelayanan kesehatan gigi di Indonesia diselenggarakan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif sesuai dengan indikasi medis serta ketentuan yang berlaku. 

Tim peneliti merekomendasikan bahwa tidak ada satu model pembiayaan pelayanan kesehatan gigi yang dapat diterapkan secara universal di seluruh negara. Keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, karakteristik sistem kesehatan, serta kondisi sosial ekonomi di masing-masing negara. Oleh sebab itu, sistem pembayaran pelayanan kesehatan gigi perlu dirancang agar mampu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi sekaligus mengurangi beban pembiayaan, khususnya bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

“This research is funded by the Indonesian Endowment Fund for Education (LPDP) on behalf of the Indonesian Ministry of Higher Education, Science and Technology, and managed under the EQUITY Program (Contract No. 4304/B3/DT.03.08/2025).”