Coaching Program EQUITY Universitas Andalas Digelar di FATETA, Dosen Antusias Dorong Partisipasi Program Internasional

Padang, 20 January 2026

Padang – Universitas Andalas melalui Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY) melaksanakan coaching program di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas (FATETA Universitas Andalas) pada 20 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Dekanat FATETA dan dihadiri oleh Ketua sekaligus Tim EQUITY Universitas Andalas, Wakil Dekan II FATETA Universitas Andalas Prof. Dr. Ir. Aisman, M.Si., serta jajaran dosen FATETA.

EQUITY merupakan program strategis Universitas Andalas untuk memperkuat kualitas pendidikan, internasionalisasi, dan pengakuan dampak universitas di tingkat global. Melalui EQUITY, Universitas Andalas mendorong peningkatan mobilitas internasional, penguatan jejaring kerja sama, pengembangan kapasitas dosen dan pengelola akademik, serta kontribusi yang lebih terukur terhadap agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Coaching program ini dilaksanakan untuk membantu setiap fakultas memahami ruang lingkup, mekanisme, serta peluang partisipasi dalam program EQUITY. Kegiatan ini juga menjadi strategi universitas untuk meningkatkan minat dosen dan mahasiswa agar terlibat aktif dalam program-program EQUITY, baik yang terkait internasionalisasi, penguatan kualitas akademik, maupun kolaborasi berbasis SDGs. Coaching serupa direncanakan berlangsung di seluruh fakultas dan unit kerja, termasuk Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas, agar implementasi program lebih merata dan terintegrasi.

Dalam sesi pemaparan dan diskusi, dosen-dosen FATETA Universitas Andalas terlihat antusias mengikuti materi serta aktif menggali informasi terkait program-program yang ditawarkan EQUITY. Antusiasme ini mencerminkan kesiapan FATETA untuk mengambil peran lebih besar dalam agenda internasionalisasi universitas dan penguatan dampak akademik berbasis keberlanjutan.

Wakil Rektor IV Universitas Andalas, Prof. Henmaidi, menegaskan bahwa coaching program EQUITY merupakan upaya universitas untuk memastikan setiap fakultas memahami arah program internasionalisasi dan mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Menurutnya, antusiasme dosen FATETA merupakan sinyal kuat bahwa fakultas siap memperluas jejaring akademik global, meningkatkan kualitas program, serta memperkuat kontribusi Universitas Andalas dalam agenda SDGs. Ia berharap hasil coaching ini ditindaklanjuti dengan rencana kerja dan partisipasi yang lebih aktif, baik dari dosen maupun mahasiswa.

Ketua EQUITY Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, menyampaikan bahwa coaching program ini dirancang untuk membuka pemahaman yang lebih praktis mengenai cara fakultas dapat mengoptimalkan program EQUITY. Ia menekankan bahwa FATETA memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama internasional, pengembangan program akademik, serta inisiatif riset dan pengabdian yang relevan dengan SDGs. Menurutnya, respons positif dari dosen menjadi modal penting untuk menyiapkan tindak lanjut dan portofolio kegiatan fakultas yang berdampak.

Wakil Dekan II FATETA Universitas Andalas, Prof. Dr. Ir. Aisman, M.Si., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan coaching program EQUITY di lingkungan FATETA. Ia menilai kegiatan ini membantu dosen memahami arah program universitas sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas, terutama dalam penguatan jejaring internasional dan peningkatan kualitas program akademik. Menurutnya, antusiasme dosen menjadi sinyal positif untuk menindaklanjuti program-program EQUITY agar dapat diimplementasikan secara konkret di tingkat fakultas.

Melalui coaching program ini, Universitas Andalas berharap keterlibatan FATETA dalam program EQUITY semakin meningkat. Ke depan, sinergi antara Tim EQUITY Universitas Andalas dan FATETA diharapkan mampu melahirkan lebih banyak program internasional dan kolaborasi berbasis SDGs, sekaligus memperkuat reputasi Universitas Andalas sebagai kampus berdampak di tingkat global.