Bazar Amal dan Pentas Seni IKA Unand Jabodetabek untuk Korban Bencana Perkuat SDG 11 dan SDG 17

Padang, 09 February 2026

Pada 9 Februari 2026, DPD IKA Unand Jabodetabek menggelar Bazar Amal dan Pentas Seni bertajuk “Peduli Ranah Minang – Ranah Maimbau Raso” sebagai wujud kontribusi terhadap SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kegiatan ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam pemulihan masyarakat pascabencana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pelataran Parkir Selatan RS YARSI, Jakarta, pada Minggu, 8 Februari 2026. Acara ini menjadi ruang kebersamaan bagi alumni Universitas Andalas dan masyarakat perantauan untuk menyalurkan empati secara nyata kepada korban bencana di Ranah Minang.

Bazar amal dan pentas seni ini terselenggara melalui dukungan banyak pihak, termasuk RS YARSI, BRI, BNI, Pegadaian, Dipo Finance, Asuransi Sinar Mas, Transmart, Wuling, serta sejumlah mitra strategis lain dari alumni Universitas Andalas. Keterlibatan berbagai lembaga tersebut memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan dapat menjadi lebih kuat ketika dibangun melalui jaringan kemitraan yang luas.

Ketua Harian DPP IKA Unand, Elen Setiadi, yang hadir mewakili Ketua Umum DPP IKA Unand, Denny Abdi, menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak terhalang oleh jarak. Ia menyampaikan bahwa sejumlah daerah di Ranah Minang memerlukan proses pemulihan panjang sehingga dukungan dari berbagai unsur masyarakat sangat dibutuhkan.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pembina DPP IKA Unand, M. Shadiq Pasadigoe, mengapresiasi empati alumni terhadap masyarakat Sumatera Barat. Menurutnya, kegiatan seperti ini mencerminkan tanggung jawab sosial alumni dan semangat untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua DPD IKA Unand Jabodetabek, Welly Bend, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan aksi nyata kedua yang dilakukan organisasinya sebagai respons atas bencana banjir bandang Sumatera Barat pada pertengahan November 2025. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ladang amal bagi alumni sekaligus meringankan penderitaan masyarakat terdampak.

Kegiatan yang memadukan bazar, lelang, kuliner, dan pertunjukan seni tradisi Minangkabau ini berhasil menghimpun donasi sponsor dan kontribusi lainnya sebesar Rp100 juta. Seluruh dana tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di beberapa titik di Sumatera Barat, sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong alumni dapat memberikan dampak nyata bagi pemulihan masyarakat.